Lagu Dolanan Jawa “Gotri Nogosari”

Tembang, Sejarah46 Dilihat

Lagu atau tembang dolanan adalah salah satu warisan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tembang dolanan yang cukup populer di kalangan anak-anak Jawa adalah “Gotri” atau “Gotri Nogosari”. Tembang ini sering digunakan dalam permainan anak-anak sebagai pengiring dolanan, memberikan keceriaan sekaligus menyampaikan pesan moral yang berharga.

Baca Ini : Lagu Permainan Ciptaan Para Walisongo

Sejarah dan Latar Belakang

Permainan yang menggunakan lagu dolanan “Gotri” sudah ada sejak zaman dahulu, terutama sebelum era 1980-an, ketika televisi dan teknologi modern belum merajalela. Anak-anak pada masa itu lebih banyak bermain di luar rumah, memanfaatkan benda-benda alam sekitar seperti batang kayu, batu, dan pecahan genting (kereweng) sebagai alat permainan.

Permainan ini biasanya dimainkan di halaman rumah, kebun, atau lapangan terbuka. Anak-anak berusia sekitar 7 hingga 14 tahun, terutama laki-laki, sering memainkan permainan ini karena membutuhkan aktivitas fisik berupa berlari. Namun, tidak jarang juga anak perempuan ikut serta atau permainan dimainkan secara campuran.

Alat dan Bahan

Sebelum bermain, anak-anak akan berkumpul dan mencari alat-alat yang diperlukan, yaitu:

  • Kereweng (pecahan genting atau gerabah), biasanya berbentuk bulat sebanyak 4 buah.
  • Batu besar, yang digunakan sebagai penanda pemain yang kalah (disebut “katak”).
  • Lingkaran atau bujur sangkar, digambar di tanah atau lantai menggunakan kapur, kayu, atau kereweng. Jumlah kotak yang dibuat disesuaikan dengan jumlah pemain, misalnya 8 kotak untuk 8 pemain.

Baca Juga : Lagu Cublak-cublak Suweng Ciptaan Sunan Giri

Cara Bermain

  1. Setiap anak memegang satu kereweng.
  2. Mereka menyanyikan lagu “Gotri Nogosari” sambil memindahkan batu dan kereweng ke teman di sebelah kanan sesuai lingkaran yang telah dibuat.
  3. Saat lagu selesai, anak yang memegang batu akan menjadi “katak”.
  4. Anak yang menjadi “katak” harus mengambil secarik kertas dari dalam botol yang berisi gambar binatang.
  5. Ia kemudian menirukan ciri-ciri binatang tersebut dengan suara dan gerakan.
  6. Pemain lain harus menebak binatang yang ditiru oleh si “katak”.
  7. Jika berhasil menebak, tim yang benar akan mendapat poin. Permainan berlanjut hingga salah satu kelompok mendapatkan poin terbanyak dan dinyatakan sebagai pemenang.

Lirik Lagu “Gotri Nogosari”

Gotri legendri nogosari, ri
Gotri legendri nagasari
Riwul iwal uwul jenang katul, tul
Riwul iwal-iwul bubur bekatul
Tolen olen olen ndelok manten ten
Tulen olen-olen jadi pengantin
Titenono besuk gedhe dadi opo, po
Lihat saja nanti sudah besar mau jadi apa
Podang mbako enak mbako sedheng dheng
Puding tembakau enak, tembakau sedang
Dhengkok engkak engkok dadi kodok
Engklok engklak-engklok seperti kodok

Makna dan Nilai Moral

Lagu dolanan “Gotri Nogosari” mengandung pesan moral yang mendalam, terutama tentang tujuan hidup. Lagu ini mengajarkan bahwa setiap orang harus memiliki arah dan tujuan dalam hidupnya. Dengan memiliki tujuan yang jelas, hidup akan lebih bermakna dan terarah.

Selain itu, lagu ini juga mengingatkan pentingnya memilih teman yang baik. Jika salah dalam memilih teman, seseorang bisa mengalami kesulitan dan hidupnya menjadi “engklak-engklok koyo kodok” (tidak menentu seperti katak yang melompat-lompat). Pesan ini mengajarkan anak-anak agar berhati-hati dalam berteman.

Baca Juga : Inilah Para Wali Songo Atau Wali Sembilan

Penerapan dalam Pembelajaran

Permainan “Gotri Nogosari” juga bisa diterapkan dalam pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam praktik pembelajaran:

  • Anak yang menjadi “katak” akan mengambil kertas dari botol yang berisi gambar binatang.
  • Ia harus menirukan gerakan dan suara binatang tersebut.
  • Teman-temannya harus menebak binatang apa yang ditirukan.
  • Jika jawaban benar, kelompok yang menebak dengan tepat akan mendapat poin.

Melalui metode ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang berbagai jenis hewan serta meningkatkan keterampilan observasi dan komunikasi mereka.

Keunggulan Permainan “Gotri Nogosari”

Permainan ini memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, di antaranya:

  1. Menanamkan nilai karakter

    • Mengajarkan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
    • Meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian dalam berinteraksi.
    • Menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama.
  2. Meningkatkan keterampilan sosial

    • Melatih anak untuk bekerja sama dalam kelompok.
    • Mengajarkan anak untuk menghargai kemenangan dan menerima kekalahan dengan sportif.
  3. Mempertahankan budaya lokal

    • Sebagai salah satu warisan budaya Jawa, permainan ini menjaga tradisi leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda.
    • Mencegah hilangnya permainan tradisional di tengah arus modernisasi.
  4. Meningkatkan kualitas pendidikan

    • Permainan ini bisa menjadi media pembelajaran yang menyenangkan.
    • Melalui pendekatan budaya, pendidikan dapat lebih menarik dan efektif dalam membentuk karakter anak.

Lagu dolanan “Gotri Nogosari” bukan sekadar lagu pengiring permainan, tetapi juga memiliki pesan moral yang dalam. Lagu ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya memiliki tujuan hidup, memilih teman yang baik, serta bagaimana bersikap dalam kehidupan sosial. Selain itu, permainan “Gotri Nogosari” juga dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk meningkatkan interaksi sosial dan memperkuat nilai-nilai budaya. Dengan menjaga dan melestarikan permainan tradisional seperti ini, kita turut berkontribusi dalam mempertahankan warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai dan makna.

Permainan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengenalkan dan melestarikan permainan serta tembang dolanan Jawa kepada generasi muda, agar budaya tradisional tidak luntur oleh perkembangan zaman.