Syair, Nagara kita tercinta, Indonesia kaya akan budaya, termasuk lagu-lagu daerah yang menjadi bagian penting dari warisan leluhur. Lagu-lagu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai, pesan moral, hingga elemen historis yang mengajarkan kehidupan. Berikut adalah penjelasan dari lagu-lagu dan syair yang disebutkan dalam daftar:
-
Syair Cublak-cublak suweng
Cublak-cublak Suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudel
Pak empo lirak-lirik
sapa mau sing ndelekke
sir sir pong
dele gosong
sir-sir pong
dele gosong
Lagu Cublak-Cublak Suweng adalah lagu dolanan anak-anak Jawa yang penuh makna. Lagu ini dinyanyikan saat bermain sambil membentuk lingkaran. Satu anak menjadi “si pencari” yang menebak siapa yang menyembunyikan “suweng” atau barang kecil.
Maknanya:
- Cublak-Cublak Suweng: Menggambarkan kehidupan manusia yang sering mencari kebahagiaan.
- Suwenge ting gelenter: Harta dunia yang bertebaran dan menarik perhatian.
- Mambu ketundung gudel: Orang yang terlalu mengejar harta sering diibaratkan seperti kerbau yang mengejar bau tetapi kehilangan arah.
Lagu ini mengajarkan tentang pentingnya hidup sederhana, tidak serakah, dan tidak terlalu terobsesi dengan duniawi.
2. Syair Gotri Alagotri
Gotri alagotri
Gotrine nogosari
Riwul awul-awul rokok bentul
Dolan awan-awan
ndelo’ penganten
Tenong tebok, bokok kodok lagi ndekem
Lagu Gotri Alagotri biasanya dimainkan dalam permainan anak-anak di pedesaan. Kata-katanya sederhana dan sering digunakan untuk melatih ritme serta kekompakan.
Makna lagu ini lebih pada hiburan dan kebersamaan dalam bermain. Kata-katanya seperti Gotrine nogosari, riwul awul-awul mencerminkan spontanitas budaya lisan di kalangan anak-anak Jawa.
3. Syair Jamimur
Jamimur jamimur
Laorio-laorio
Jamurane jamur opo
Ndi ndas…. Ndi buntut ..x…
Ndi ndas…. Ndi buntut ..x…
Lagu Jamimur adalah lagu permainan anak-anak yang mengandung teka-teki. Anak-anak biasanya menyanyikan lagu ini sambil menunjuk bagian tubuh (kepala atau buntut) untuk membuat tebak-tebakan lucu.
Pesan dari lagu ini adalah mengajarkan kreativitas dan interaksi sosial. Permainan sederhana ini juga mempererat persahabatan di antara anak-anak.
4. Syair Cing caripit(sambil tunjuk telapak tangan)
Cing caripit
Buntut kucing gejepit
Lagu Cing Caripit dinyanyikan sambil bermain menunjuk telapak tangan. Liriknya sederhana: Cing caripit, buntut kucing kejepit. Meski terdengar lucu, lagu ini lebih kepada hiburan dan melatih motorik anak-anak.
5. Syair Mantra Tuturutu (sambil nyogok damen)
Sogok empling-mplingMonine ting nggelinting
Sogok emplong-mplong
Monine ting nggelompong
Cirbong keong mata kancil medodong
Mantra Tuturutu adalah lagu dolanan yang biasa dinyanyikan sambil bermain menggunakan batang padi (damen). Kata-kata seperti Sogok empling-mpling mencerminkan spontanitas dan kreativitas anak-anak di desa. Permainan ini erat kaitannya dengan budaya agraris masyarakat Jawa.
Baca Juga : Syair Cipataan Para Wali
6. Syair Pepeling”Walisanga”
Ana Syi’ir iki aku arep maturAsmane wall sanga ingkang mashur 2x
Maulana Malik Ibrahim syeh Maghribi
Iya iku Sunan Gresik aja lali
Raden Rahmat Sunan Ampel Jawa Timur Turun sangka purl Cempa ingkang mashur …. 2x
Mandum Ibrahim putrane Raden RahmadSunan Bonang sedereke Sunan Derajad
Sunan Derajad asma Raden SyarifudinSunan Giri asma Raden Ainul-Yakin …. 2x
Syeh Ja’far Shadiq ya iku Sunan* kudus
Da’wah agama kanti niat kang Lulus
Raden Syahid iku Sunan Kalijaga
Putrane bupati Tuban Wilatikta …. 2x
Sunan Murya asma Raden Umar Said
Putra Sunan Kalijaga Raden Syahid
Sunan Gunung Jati Raden Fatahilah
Gigih berjuang ngusir penjajah …. 2x
Kang kasebut iki mashur Wali Sanga
Perintis dakwah Islam ing tanah Jawa
Syair ini adalah syair keagamaan yang bertujuan mengenalkan nama-nama Wali Sanga kepada masyarakat, terutama anak-anak. Wali Sanga adalah tokoh penting penyebaran agama Islam di tanah Jawa, sehingga syair ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi.
Isi Syair:
- Maulana Malik Ibrahim: Dikenal sebagai Sunan Gresik, beliau adalah pelopor dakwah Islam di Jawa Timur.
- Sunan Ampel: Raden Rahmat, penyebar Islam yang mendirikan pondok pesantren di Ampel, Surabaya.
- Sunan Bonang: Putra Sunan Ampel, terkenal dengan metode dakwah melalui seni dan budaya, seperti gamelan.
- Sunan Derajat: Mengajarkan pentingnya kehidupan sosial dengan konsep sedekah dan tolong-menolong.
- Sunan Giri: Dikenal sebagai pemimpin dan penyusun strategi dakwah Islam yang sangat efektif.
- Sunan Kudus: Dikenal dengan pendekatan toleransi terhadap budaya lokal dan mengajarkan Islam dengan bijaksana.
- Sunan Kalijaga: Raden Syahid, tokoh yang menggunakan seni, wayang, dan budaya lokal untuk menyebarkan ajaran Islam.
- Sunan Muria: Dikenal sebagai Raden Umar Said, menyebarkan Islam di daerah terpencil dengan pendekatan yang sederhana.
- Sunan Gunung Jati: Raden Fatahilah, seorang tokoh perjuangan yang juga menyebarkan Islam di Cirebon dan sekitarnya.
Pesan Moral:
Syair ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan Wali Sanga, tetapi juga menjadi pengajaran tentang bagaimana menyebarkan nilai-nilai kebaikan dengan pendekatan yang santun dan sesuai budaya lokal.
Lagu-lagu dan syair-syair di atas mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang sarat dengan makna. Dari lagu dolanan hingga syair keagamaan, semuanya memiliki fungsi penting: menghibur, mendidik, dan melestarikan nilai-nilai luhur. Maka, pelestarian lagu daerah dan syair tradisional ini menjadi tanggung jawab bersama agar tidak hilang di tengah modernisasi.




