Pariwisata bahari (marine tourism) sering disamakan dengan pariwisata maritim (maritime tourism), tetapi sebenarnya terdapat perbedaan di antara keduanya, meskipun keduanya berkaitan dengan laut.
Marine Tourism (Pariwisata Bahari):
Marine tourism lebih fokus pada kegiatan rekreatif yang dilakukan di atas atau di sekitar perairan laut. Contohnya adalah menyelam, snorkeling, berlayar, memancing, dan kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan laut dan ekosistem laut. Fokus utamanya adalah pemanfaatan sumber daya alam laut, termasuk pemandangan bawah laut, terumbu karang, serta keanekaragaman hayati laut.
Maritime Tourism (Pariwisata Maritim):
Maritime tourism mencakup aktivitas yang lebih luas, yang tidak hanya terbatas pada rekreasi tetapi juga dapat mencakup industri dan transportasi. Ini termasuk pelayaran, kunjungan ke pelabuhan, pelayaran kapal pesiar, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pergerakan atau transportasi melalui laut. Pariwisata maritim bisa juga mencakup wisata sejarah maritim, seperti kunjungan ke museum kapal atau situs sejarah terkait laut.
Jadi, meskipun ada tumpang tindih antara kedua istilah ini, marine tourism lebih spesifik pada kegiatan rekreasi di laut, sementara maritime tourism memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk aspek ekonomi dan transportasi laut.



