Di pasar modern, permintaan daging sapi cenderung lebih tinggi karena biasanya terdapat lebih banyak variasi produk daging sapi, serta konsumen dapat memilih berbagai potongan sesuai kebutuhan mereka. Di sisi lain, pasar tradisional juga memiliki permintaan yang cukup tinggi karena masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan atau yang memiliki keterbatasan akses ke pasar modern. Di pasar tradisional, daging sapi sering dijual secara utuh atau dalam potongan besar yang kemudian dipotong sesuai permintaan pembeli.
Proses daging sapi dari hewan dipotong hingga menjadi daging di pasar biasanya melibatkan beberapa langkah sebagai berikut:
- Pemotongan Hewan: Hewan sapi dipotong di tempat pemotongan hewan yang disebut rumah potong hewan (RPH). Di sini, hewan disembelih dan dipotong menjadi bagian-bagian tertentu sesuai dengan permintaan pasar dan standar keamanan pangan.
- Pengolahan dan Pemotongan Daging: Setelah pemotongan, daging sapi kemudian diolah lebih lanjut, seperti membersihkan dari lemak dan jaringan ikat yang berlebihan. Kemudian, daging dipotong menjadi potongan yang lebih kecil sesuai dengan kebutuhan pasar.
- Pengemasan: Setelah dipotong, daging sapi biasanya dikemas dalam kemasan yang sesuai, baik itu plastik maupun styrofoam, untuk menjaga kebersihan dan kesegaran daging.
- Distribusi ke Pasar: Daging sapi yang sudah diproses kemudian didistribusikan ke berbagai pasar, baik itu pasar tradisional maupun pasar modern, untuk dijual kepada konsumen.
- Penyimpanan dan Penjualan: Di pasar, daging sapi akan disimpan di tempat yang sesuai dengan standar keamanan pangan dan kesehatan. Kemudian, daging tersebut akan dijual kepada konsumen sesuai dengan permintaan mereka.
