Daerah Aliran Sungai Dan Pola Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dijelaskan sebagai suatu kawasan yang dibatasi oleh punggung bukit atau pembatas topografi di mana air hujan yang jatuh di atasnya akan terkumpul. Ini mencakup proses alamiah di mana air tersebut mengalir ke sungai-sungai yang terdapat di dalamnya. Proses hidrologi alami ini melibatkan siklus air yang berkelanjutan, dimulai dari penguapan air dari permukaan laut, kemudian turun kembali sebagai hujan, serta mengalir ke permukaan tanah, sungai, dan akhirnya kembali lagi ke laut.

Dalam DAS, air hujan yang jatuh dapat mengalami beberapa proses:

  1. Infiltrasi: Sebagian air hujan meresap ke dalam tanah, membentuk air tanah atau mengalir secara sub-surface melalui tanah.
  2. Surface Detention: Air yang tidak langsung meresap ke tanah akan tertampung sementara di permukaan cekungan tanah sebelum mengalir sebagai runoff.
  3. Runoff: Air yang mengalir di atas permukaan tanah ke tempat yang lebih rendah, seperti sungai atau danau.

Batas wilayah DAS ditentukan dengan menghubungkan titik tertinggi di punggung bukit di sekelilingnya. DAS memiliki peran penting dalam siklus hidrologi global dan lokal, serta sebagai sumber air bagi manusia dan ekosistem yang ada di dalamnya.

Pola aliran sungai mengacu pada pola-pola yang terbentuk oleh aliran air di permukaan bumi menuju muaranya, seperti danau, lautan, atau sungai yang lebih besar. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai 11 jenis pola aliran sungai yang dijelaskan dalam artikel tersebut:

  1. Dendritik: Pola ini mirip dengan ranting-ranting pohon, dengan sungai-sungai anak yang bermuara ke sungai utama dengan sudut lancip atau tumpul.
  2. Trellis: Pola ini terbentuk di daerah dengan lapisan sedimen yang paralel dan sungai utama sejajar dengan anak-anak sungainya.
  3. Paralel: Sungai-sungai berjalan hampir sejajar satu sama lain, umumnya terjadi di lereng dengan kemiringan curam.
  4. Radial (Sentrifugal): Anak-anak sungai bermuara ke arah luar, membentuk pola yang menyebar dari pusat tertentu, seperti di lereng gunung.
  5. Radial (Sentripetal): Sebaliknya, sungai-sungai mengalir menuju pusat tertentu, sering kali di daerah cekungan atau danau.
  6. Rektangular (Sink Holes): Sungai-sungai mengalir tegak lurus di antara sungai induk dan anak-anak sungainya, umumnya terjadi di daerah batuan kapur atau patahan.
  7. Dikotomik: Terdapat dua sungai dengan arah yang berlawanan.
  8. Anastomotik: Sungai berliku dengan anak-anak sungai yang berhubungan kembali secara periodik.
  9. Barbeda: Sungai dengan danau di selang-selingnya.
  10. Braided: Sungai terbagi-bagi karena adanya pengendapan di tengah aliran.
  11. Pinnate: Lebih kompleks daripada dendritik, dengan anak sungai sejajar dengan induk sungainya dan bermuara dengan sudut lancip.

Setiap pola aliran sungai dipengaruhi oleh morfologi dan struktur geologis daerah tempat sungai tersebut mengalir. Pola-pola ini memberikan gambaran tentang bagaimana air mengalir di permukaan bumi dan mempengaruhi ekosistem serta pola hidrologi lokal.

Aliran Sungai Warna Coklat Deras